UPN Maksimalkan Serap 100% Kuota Penerimaan Camaba

Serba Serbi Penerimaan Mahasiswa Baru SNMPTN dan SBMPTN

snmptnsbmptnPendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017 mencapai 893.323 orang. Jumlah tersebut meningkat ketimbang pendaftar tahun lalu yang sebanyak 645.202 orang. Panitia Pusat SNMPTN/SBMPTN 2017 menuturkan, berdasarkan verifikasi pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), dari 24.739 sekolah yang terdaftar hanya sebanyak 18.005 sekolah yang lolos seleksi.

Ketua Panitia Pusat SNMPTN/SBMPTN Ravik Karsidi mengaku sedang mengkaji penyebab meningkatnya partisipasi siswa yang mendaftar SNMPTN. Menurut dia, pendaftar SNMPTN harus melewati tahap Ujian Nasional (UN) di sekolahnya masing-masing. Siswa yang memiliki nilai UN memuaskan kemungkinan besar lolos SNMPTN. "Kami belum bisa menyampaikan faktor-faktor penyebab meningkatnya jumlah pendaftar. Masih dikaji tim evaluasi," ujar Ravik

Ia menyatakan, bagi sekolah yang tidak lolos SNMPTN, dapat menganjurkan siswa-siswinya untuk mengikuti SBMPTN yang akan menggunakan tes berbasis komputer. Menurut dia, peserta SBMPTN dengan tes berbasis komputer ditingkatkan dari 2.520 pada 2016 menjadi 30.000 dengan menggunakan beragam fasilitas di PTN dan sekolah-sekolah yang telah menggelar ujian nasional berbasis komputer. "Pendaftaran SBMPTN 11 April 2017 hingga 5 Mei 2017," ucapnya.

Direktur Jenderal Pembelejaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Intan Ahmad, menyatakan bahwa nilai UN menjadi bahan pertimbangan bagi kampus untuk mahasiswa jalur SNMPTN. Kendati demikian, nilai rapor tetap menjadi bahan pertimbangan utama. "Tetapi rektor mendapat kewenangan penuh untuk menerima mahasiswa," ujarnya.

Pada tahun ini, kuota SNMPTN ditetapkan sebesar 30% dari total daya tampung pada setiap program studi. Jumlah tersebut berkurang 10% ketimbang kuota tahun lalu. Kendati demikian, setiap rektor diberikan kewenangan penuh untuk menambah persentasenya sesuai dengan kekhasan masing-masing kampusnya.

Pelaksanaan SNMPTN UPN Veteran Jawa Timur

Tahun 2017 ini merupakan kali kedua UPN Veteran Jawa Timur dalam melaksanakan SNMPTN. Dengan kuota total 2650 camaba yang terbagi dalam 40% SNMPTN, 30% SBMPTN dan 30% Jalur Mandiri. Wakil Rektor I, Dr. Ir. Ramdan Hidayat, MS menjelaskan pada SMNPTN tahun ini camaba yang telah memenuhi kuota adalah 80%, yakni 814. Hingga berita ini dimuat, 814 camaba ini didapat dari pendaftar PTN 1 pilihan 1 dan 2. “camaba dengan pilihan 1 dan 2 ini sudah dipilih, dipleno dan diputuskan langsung oleh rektor pada 8 April kemarin, selanjutnya kita akan tunggu kiriman balik dari pusat untuk verifikasi selanjutnya” ujarnya.

Kemudian, 80% kuota camaba yang didapat ini akan ditambah 10% hingga 20% camaba dari pendaftar PTN 2 untuk pemenuhan kuota camaba SNMPTN UPN dengan total 923 mahasiswa. Hal ini diputuskan untuk mengantisipasi camaba yang tidak mendaftar ulang.

“pemenuhan kuota sebanyak 10% hingga 20% ini Karena berkaca dari tahun kemarin camaba yang tidak mendaftar ulang sebanyak 14%. Tingginya camaba yang tidak mendaftar ulang ini bisa dilihat dari banyak pertimbangan mulai dari mahasiswa bidikmisi yang diluar pulau hingga mahasiswa yang memilih untuk tidak jadi masuk ke UPN dan memilih kampus lain karena kedekatan wilayah maupun dari orang tua” tambah Ramdan.

Menristekdikti targetkan CBT SBMPTN menjadi 30 Ribu peserta

Setelah sukses menjalani Seleksi Bersama Masuk Perguruan TInggi Negeri (SBMPTN) dengan menggunakan Computer Based Test (CBT) atau berbasis komputer, tahun ini Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) kembali menyelenggarakan pelaksanaan SBMPTN CBT.

Pada 2017 ini, pelaksanaan SBMPTN CBT akan meningkat sebesar 30 ribu peserta. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, di Gedung Dikti, Jakarta, Jumat (13/1/2017).

"Tahun ini sendiri jumlah SBMPTN CBT diperbanyak pesertanya menjadi 30 ribu," ujarmnya.

Pelaksanaan SBMPTN sendiri merupakan seleksi masuk ke PTN dengan menggunakan ujian tertulis. Selain itu, peserta juga akan melakukan ujian keterampilan. Tahun 2016, merupakan pelaksanaan SBMPTN CBT yang pertama. Jumlah peserta yang bisa mengikuti SBMPTN 2016 ini juga dibatasi hanya 2.500-an peserta.

Ketua Panitia Pusat SNMPTN dan SBMPTN 2017, Ravik Karsidi menambahkan jika pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN ini juga harus bisa menyentuh daerah-daerah 3T. "Tahun ini sendiri PTN yang terlibat dalam pelaksanaan SNMPTN 2017 sebanyak 78 PTN," tambahnya.

Panitia lokal 50 tahun ini menerima kuota 2.175 peserta CBT. Jumlah ini meningkat drastis dari tahun sebelumnya yang menerima 280 peserta CBT.

Sehingga, tahun ini semua kampus anggota panlok 50 menerima jatah pelaksanaan CBT.Di antaranya Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima 300 peserta CBT, 855 peserta CBT di Universitas Airlangga (Unair).

620 peserta CBT lainnya dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan masing-masing 200 peserta dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim.

Selain itu, Generator set (Genset) menjadi perlengkapan penting dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) berbasis komputer atau computer based test (CBT).

Dr. Ir. Ramdan Hidayat, MS selaku Wakil Rektor I memperkirakan dibutuhkan sekitar Rp 180 juta untuk genset. Sebab, seperti di kampusnya dari 3 lokasi CBT yaitu Fakultas Ekonomi Bisnis, Gedung Teknologi Tepat Guna dan di Pusat Komunikasi. Hanya tersedia genset di puskom.

“Kami sudah rapat, untuk panlok 50 butuh 60 genset. Estimasinya 1 genset sewa minim Rp 3 juta, berarti ya butuh hingga Rp 180 juta, ini cukup besar,” jelasnya kepada TribunJatim.com, Minggu (16/4/2017).

Menurutnya, anggaran tersebut akan disediakan panitia pusat dalam penyelenggaraan SBMPTN CBT. Sehingga sedang dilakukan pembahasan agar berkoordinasi dengan PLN dan Telkom untuk kesediaan listrik dan jaringan. Sehingga tidak akan ada pemadaman pada 16 Mei.

“Kami (UPN) masih baru untuk CBT, kami sudah siapkan matang untuk komputer, server dan jaringan. Teknisi kami juga siapkan, sesuai aturan. Yang masalah adalah jaminan listrik,” terangnya kepada TribunJatim.com.

Ketua Panlok 50 Surabaya, Yuni Sri Rahayu mengatakan, penyelenggara SBMPTN CBT hanya lima PTN di Panlok 50. Kelima PTN itu antara lain Unesa, Unair, ITS, UINSA, dan UPN. Panitia pun menyediakan 71 ruang untuk tes berbasis komputer tersebut.

“Unesa kebagian 300 tahun ini. Tahun lalu hanya 60 peserta CBT,” ungkapnya.

SBMPTN CBT di Unesa akan ditempatkan di Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), serta Fakultas Teknik (FT).

“Semua perangkat sudah disurvei panitia pusat dan dianggap memenuhi syarat. Tinggal dipakai,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan akan adanya anggram terkait pemakaian genset dari pemerintah pusat. Sehingga tidak perlu ada yang dikhawatirkan dalam pelaksanaannya (red)

Program Studi

Fakultas Ekonomi & Bisnis
  1. Ekonomi Pembangunan
  2. Manajemen
  3. Akuntansi
Fakultas Teknik
  1. Teknik Industri
  2. Teknik Kimia
  3. Teknologi Pangan
  4. Teknik Sipil
  5. Teknik Lingkungan
Fakultas Ilmu Komputer
  1. Teknik Informatika
  2. Sistem Informasi
Fakultas Ilmu Sosial & Politik
  1. Administrasi Negara
  2. Administrasi Bisnis
  3. Ilmu Komunikasi
  4. Hubungan Internasional
Fakultas Arsitektur & Desain
  1. Arsitektur
  2. Desain Komunikasi Visual
Fakultas Pertanian
  1. Agroteknologi
  2. Agribisnis
Fakultas Hukum
  1. Ilmu Hukum
Program Pascasarjana
  1. Magister Manajemen
  2. Magister Akuntansi
  3. Magister Manajemen Agribisnis
site stats