UPN Jatim Gandeng 36 PTNB Deklarasikan Kampus Bela Negara dan Dirikan LSP

IMG 9134Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur sebagai Perguruan Tinggi Negeri Baru terus bergerak untuk mengembangkan diri kearah yang lebih baik. Setelah tercapainya target Akreditasi Institusi A oleh BAN-PT akhir tahun lalu, tahun ini UPN mengupayakan untuk membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Oleh karena itu, bertempat di gedung Pascasarjana lantai 3 hari ini (20/6) UPN mengundang ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Ir. H. Sumarna F. Abdurrahman, MSc untuk memberikan sosialisasi “Pentingnya Sertifikasi Profesi Dalam Rangka Menghadapi MEA”. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai tugas pokok dan fungsi LSP di suatu universitas. Dimana  ketika UPN telah memiliki LSP, maka UPN bisa menyelenggarakan uji kompetensi bagi mahasiswa dan masyarakat untuk sesuai dengan bidang keilmuan masing – masing. Sehingga bisa menghasilkan sarjana yang berkompeten di bidang keilmuan yang berguna di masyarakat nantinya.
Sementara itu, di hari yang sama UPN juga mengundang 36 Rektor Perguruan Tinggi Negeri Baru dan Direktur Politeknik Negeri di seluruh Indonesia untuk mendeklarasikan nasionalisme di kampus Bela Negara untuk masing – masing perguruan tinggi. Hal ini merupakan tujuan awal dari forum untuk berbagi pengalaman, member pembekalan, menyamakan persepsi dan kesatuan langkah – tindak dalam perencanaan maupun penyelenggaraan “Sertifikasi Kompetensi dan Pendidikan Karakter Bela Negara” di kalangan PTNB.
Perguruan tinggi negeri yang diundang diantaranya UPN “Veteran” Jakarta, UPN “Veteran” Yogyakarta, Universitas 19 November Kolaka, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Samudera Langsa, Universitas Teuku Umar, Universitas Tidar Magelang, Universitas Bangka Belitung, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Musamus Marauke, Institut Teknologi Kalimantan, Polteknik Negeri Fak – Fak, Polteknik Negeri Batam, Polteknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, Polteknik NegeriTanah Laut, Polteknik Negeri Sambas, Politeknik Negeri Indramayu, Polteknik Negeri Madiun, Polteknik Negeri Madura, Polteknik Negeri Banyuwangi, Polteknik Negeri Cilacap, Polteknik Negeri Bengkalis, Polteknik Negeri Balikpapan, Polteknik Negeri Subang, Polteknik Maritim Negeri Indonesia, Polteknik Nusa Utara, Polteknik Negeri Ketapang, Institut Teknologi Sumatera, ISBI Papua, ISBI Bandung, ISBI Aceh dan Universitas Timor. Kemudian, isi naskah deklarasi yang disepakati oleh pimpinan perguruan tinggi antara lain :IMG 9074
Kami Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) menegaskan ketaatan dan          kecintaan kepada Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika, Kami  Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) siap menjadi Kampus Bela Negara yang melahirkan lulusan pionir Pembangunan Bangsa Berkarakter Nasional Indonesia dan Kami Sivitas Akademika Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) senantiasa                 melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk kemajuan dan kesejahteraan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Deklarasi ini merupakan bentuk kecintaan Perguruan Tinggi Negeri Baru untuk mewujudkan kader – kader Bela Negara berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.
Prosesi deklarasi kampus bela negara itu dipimpin langsung oleh Ketua PTNB Prof Syafsir Aklus. Momen tersebut menjadi komitmen awal kampus dalam menyebarkan nasionalisme. Syafsir menegaskan, peneguhan kampus bela negara memang paling sesuai dengan kondisi sekarang. Apalagi, banyak kasus yang berkaitan dengan melemahnya ideologi bangsa. ’’Ini menjadi pas jika kembali diajarkan. Salah satunya di kampus,’’ ujarnya.
Menurut Syafsir, hal itu bisa melalui penambahan kurikulum untuk sisipan materi kebangsaan bagi mahasiswa. ’’Tidak harus lewat mata kuliah, bisa diimplementasikan di banyak kegiatan pengembangan lain,’’ ungkapnya.
Salah satu perwakilan kampus datang dari ujung barat wilayah Indonesia. Rektor Universitas Teuku Umar Meulaboh, Aceh Barat, Jasman Jakfar Ma’ruf sepakat dengan deklarasi tersebut. ’’Ini penting ketika serbuan asing terus meningkat. Kita harus tanamkan jiwa bela negara lagi,’’ katanya.IMG 8783
Sama halnya dengan Direktur Politeknik Negeri Ketapang, Kalimantan Barat, Nurmala. Pihaknya siap menjalankan implementasi tersebut. ’’Kualitas lulusan akan semakin komplet untuk diserap industri,’’ terangnya.
Sementara itu, Rektor UPN Prof Teguh Soedarto menyatakan bahwa kegiatan bela negara menjadi hal yang wajib. Kampus harus punya peranan untuk mengobarkan hal tersebut ke civitas academica. Semangat itu akan ditularkan ke seluruh PTNB yang kebanyakan berada di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
PTNB juga siap menyambut proses sertifikasi profesi. Pada kesempatan yang sama, UPN mengajak seluruh kampus berkomitmen mendirikan LSP (lembaga sertifikasi profesi). Dalam peneguhan komitmen pendirian LSP itu, hadir Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi Sumarna F. Abdurrahman (niz/jawapos.com)

Program Studi

Fakultas Ekonomi & Bisnis
  1. Ekonomi Pembangunan
  2. Manajemen
  3. Akuntansi
Fakultas Teknik
  1. Teknik Industri
  2. Teknik Kimia
  3. Teknologi Pangan
  4. Teknik Sipil
  5. Teknik Lingkungan
Fakultas Ilmu Komputer
  1. Teknik Informatika
  2. Sistem Informasi
Fakultas Ilmu Sosial & Politik
  1. Administrasi Negara
  2. Administrasi Bisnis
  3. Ilmu Komunikasi
  4. Hubungan Internasional
Fakultas Arsitektur & Desain
  1. Arsitektur
  2. Desain Komunikasi Visual
Fakultas Pertanian
  1. Agroteknologi
  2. Agribisnis
Fakultas Hukum
  1. Ilmu Hukum
Program Pascasarjana
  1. M. Manajemen
  2. M. Akuntansi
  3. M. Agribisnis
  4. M. Agroteknologi
  5. M. Ilmu Lingkungan
site stats