Menristek Apresiasi Peran Perguruan Tinggi Untuk Hasilkan Teknologi Tepat Guna Untuk Desa

IMG 9325UPN “Veteran” Jawa Timur mengadakan pameran teknologi tepat guna nusantara untuk desa, acara ini diadakan pada tanggal 6 Juli 2017 di gedung tehnopark UPN “VETERAN” Jawa Timur. Pameran Nasional Teknologi Tepat Guna Nusantara untuk Desa adalah acara yang berupa pameran alat-alat tekonologi tepat guna serta produk-produk hasil penelitian yang berdaya guna dan berdaya saing bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pameran ini diharapkan menjadi sarana promosi yang efektif untuk menyebar luaskan informasi serta membentuk pangsa pasar dengan prospek yang tinggi. Selain itu, acara pameran ini merupakan rangkaian dari Dies Natalis UPN Veteran Jawa Timur ke 58.

Saat ini Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur telah memiliki berbagai teknologi tepat guna yang telah dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah pedesaan serta daerah tertinggal. Teknologi yang dikembangkan ini merupakan teknologi tepat guna yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan kondisi wilayah setempat. Namun, kurangnya sosialisasi dan tidak memungkinkannya seluruh lapisan masyarakat untuk secara aktif mencari, mengetahui, dan mengenal informasi mengenai produk teknologi tersebut, menyebabkan hanya sedikit kalangan masyarakat yang mengetahui tentang informasi produk tersebut. Berdasarkan hal ini diperlukan suatu saran untuk menjembatani kepentingan antara perguruan tinggi sebagai penghasil teknologi serta masyarakat selaku pengguna.

Perguruan tinggi dituntut semakin berperan dalam percepatan pembangunan di desa dan daerah tertinggal. Salah satunya dengan meningkatkan hasil riset dan inovasi produk tepat guna yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat di daerah tersebut.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memperkenalkan puluhan Teknologi Tepat Guna (TTG) dan inovasi hasil riset dan pengembangan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan desa dan daerah tertinggal.
         
"Inovasi dan teknologi yang dikembangkan tidak perlu tinggi, dari yang kecil-kecil saja, contoh teknologi pembuatan bakso yang hanya perlu beberapa menit saja untuk mengolah daging menjadi bakso. Yang penting teknologi itu berguna untuk membantu masyarakat," kata Menristekdikti saat membuka Pameran Teknologi Tepat Guna untuk Desa di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur di Surabaya, Kamis(6/7).
         
TTG yang dikembangkan dari riset dasar hingga akhirnya riset terapan bertujuan agar bisa digunakan langsung oleh masyarakat. Contoh untuk di UPN "Veteran" Jawa Timur, ia mengatakan TTG dikembangkan dari hasil skripsi mahasiswa dan penelitian dosen.
         
"Dan ternyata bisa bermanfaat, teknologi Tepat Guna mereka sudah digunakan di seluruh Indonesia. Ini alasan kenapa kami ingin terus dorong pengembangan teknologi-teknologi ini, mereka, perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia punya kemampuan dasar dan ilmu yang sama mengembangkan ini," ujar Nasir.
         
Dalam Pameran TTG untuk Desa ini sejumlah perguruan tinggi seperti UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Universitas Negeri Surabaya ikut mempertunjukkan TTG riset mereka.
         
Salah satu teknologi tepat guna untuk desa yang ditampilkan adalah Mesin Propac karya UPN Veteran Jawa Timur. Mesin ini merupakan mesin multi guna yang sangat bermanfaat bagi perekonomian masyarakat desa.IMG 9405
         
Mesin Propac ini merupakan mesin pengolahan praproduksi dan pasca panen yang memiliki banyak fungsi antara lain perontok padi dan kedelai, hand tractor, mini cargo, pompa air, mini genset, penepung dan cultivator.
        
Menristekdikti mengapresiasi peran perguruan tinggi dalam melakukan penelitian untuk menghasilkan teknologi tepat guna sehingga dapat dimanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penggunaan teknologi tepat guna diharapkan dapat mempercepat pembangunan di perdesaan dan menjadi wadah untuk menjalin komunikasi serta kerjasama antarwirausaha, khususnya bidang pangan dan pertanian sehingga perdesaan bisa menjadi sentral pembangunan.  
    
Kementeriannya mendukung iklim riset dan penelitian di perguruan tinggi sehingga mampu menghasilkan inovasi yang dapat dihilirisasi. Ada berbagai program insentif penelitian di Kemenristekdikti salah satunya adalah Program Insentif Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), Program Pengembangan Teknologi Industri dan Insentif  Sistem Inovasi Nasional (INSINAS).
         
Saat ini Kementeriannya dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah menjalin berbagai program dari Perguruan Tinggi untuk desa, seperti Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa di Pedesaan, bantuan Teknologi Tepat Guna untuk desa dan lain sebagainya.
         
"Kita juga mengembangkan program sarjana masuk desa, sarjana bidang sains dan teknologi sangat dibutuhkan untuk masyarakat, sehingga terjadi transfer teknologi di desa," lanjutnya.
         
Rektor UPN 'Veteran' Jawa Timur Teguh Soedarto mengatakan bahwa setelah UPN menjadi perguruan tinggi negeri baru telah banyak kemajuan yang telah UPN.
         
Teguh mengatakan bahwa UPN Veteran Jawa Timur memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan desa dan daerah tertinggal di Indonesia. "Teknologi tepat guna karya UPN telah digunakan pada 68 kabupaten dari Sabang sampai Merauke. Ada 213 paket teknologi yang telah dimanfaatkan masyarakat di desa dan daerah tertinggal".

IMG 9491Melalui Pameran Nasional Teknologi Tepat Guna Nusantara untuk Desa diharapkan terjadi interaksi informasi global mengenai produk alat teknologi tepat guna (TTG) bagi masyarakat pedesaan dan daerah tertinggal. Dengan menghadirkan peserta dari kalangan industri, perusahaan, atau ukm perguruan tinggi pemerintah daerah atu institusi pemerintah lainnya, acara ini diadakan bertujuan sebagai  sarana sosialisasi perkembangan teknologi, terutama di bidang teknologi tepat guna, menyajikan pameran alat teknologi tepat guna serta produk-produk hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat, dan sebagai wadah untuk menjalin komunikasi dan kerjasama antar wirausaha, khususnya di bidang pangan & pertanian.

Selain itu, dalam acara ini juga puluhan perguruan tinggi se-Jawa Timur mengikrarkan deklarasi anti radikalisme di gedung Techno Park Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur. Deklarasi tersebut dibacakan oleh Rektor UPN Veteran Jatim Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP dan diikuti oleh perwakilan dari masing-masing perguruan tinggi.

Program Studi

Fakultas Ekonomi & Bisnis
  1. Ekonomi Pembangunan
  2. Manajemen
  3. Akuntansi
Fakultas Teknik
  1. Teknik Industri
  2. Teknik Kimia
  3. Teknologi Pangan
  4. Teknik Sipil
  5. Teknik Lingkungan
Fakultas Ilmu Komputer
  1. Teknik Informatika
  2. Sistem Informasi
Fakultas Ilmu Sosial & Politik
  1. Administrasi Negara
  2. Administrasi Bisnis
  3. Ilmu Komunikasi
  4. Hubungan Internasional
Fakultas Arsitektur & Desain
  1. Arsitektur
  2. Desain Komunikasi Visual
Fakultas Pertanian
  1. Agroteknologi
  2. Agribisnis
Fakultas Hukum
  1. Ilmu Hukum
Program Pascasarjana
  1. Magister Manajemen
  2. Magister Akuntansi
  3. Magister Manajemen Agribisnis
site stats