Articles

Angkat Budaya Desa, Mahasiswa Arsitek Indonesia Gelar Temu Karya Ilmiah Ke 31

TKI MAI OK   Indonesia dikenal dengan beragam budaya arsitektur dari berbagai daerah. Khususnya arsitektur yang berasal dari desa. Hal inilah yang diangkat oleh Mahasiswa Arsitek Indonesia (MAI) yang menggelar acara “Temu KaryaIlmiah – Mahasiswa Arsitek Indonesia ke 31” pada 19 Agustus – 2 September 2015 di Surabaya dan Malang. Dan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur berkesempatan menjadi tuan rumah pameran yang bertempat di sebelah timur Gedung Serbaguna Giriloka dan acara penutupan di Gedung Serbaguna Giriloka. Dengan mengangkat tema “Desa Berdikari – Rayuan Pulau Kelapa”.

   Acara yang digelar oleh Gabungan 13 Mahasiswa Arsitek Universitas di JawaTimur, diantaranya ITS, ITATS, UPN Veteran Jatim, Untag, Universitas Merdeka, ITN Malang, UniversitasBrawijaya, Unisda Lamongan yang bergabung di Badan Pekerja Rayon V (BPR V) Mahasiswa Arsitek Indonesia ini dimulai dengan seminar pada 19 Agustus 2015 di Untag Surabaya. Kemudian 20 – 23 Agustus dilanjutkan dengan acara Forum Komunikasi Organisasi, Pengabdian Masyarakat dan Pendidikan di UWK Surabaya dan Desa Bajulmati, Malang. UPN Veteran Jawa Timur sendiri mendapatkan kesempatan untuk menggelar acara pameran pada 31 Agustus – 2 September 2015 sekaligus menjadi tempat penutupan acara yang digelar tahunan sejak 1984.

   Penanggungjawab acara TKI – MAI 31, Wawan menjelaskan acara TKI – MAI ini merupakan acara tahunan yang mengangkat tema dan isu social terkait dengan hal – hal yang berhubungan dengan arsitektur di Indonesia. “Kebetulan tahun ini, kami mengangkat tema Desa Berdikari, dimana di jaman yang semakin modern, desa – desa yang ada di Indonesia masih bisa mempertahankan arsitektur budaya nenek moyang. Desa merupakan titik awal kehidupan, sehingga kita bisa membangun desa untuk menjadi lebih baik. Tentunya akan menjadi tempat tinggal yang menarik untuk disinggahi selain di kota” jelas mahasiswa yang berasaldari ITATS Surabaya.

   Sementara itu, Rektor UPN Veteran JawaTimur, Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP yang pada saat acara penutupan mengunjungi stand pameran dari berbagai BPR MAI ini merasa bangga akan acara TKI – MAI ini. “ Dari Desa Untuk Indonesia ini merupakan tema yang sangat baik. Banyak rumah adat di Indonesia yang bisa menginspirasi dan dikembangkan, untuk menjadi rumah adat modern tanpa mengurangi nilai – nilai budaya yang ada” tambahnya. Padakesempatan itu UPN Veteran Jawa Timur mendapat kehormatan untuk menerima souvenir miniature alat musik sasando dari perwakilan mahasiswa yang berasal dari Nusa Tenggara.

   Rektor pun berharap acara TKI – MAI dan semacamnya bisa didukung penuh oleh berbagai kalangan. Sehingga bisa menjadi nilai unggul untuk mengangkat dan mempertahankan budaya asli Indonesia. Selanjutnya, acara TKI – MAI ke32 rencananya akan di gelar di Medan, Sumatra Utara tahun depan. (niz/git)