Bangun Mental Anti Korupsi Mahasiswa Lewat Kuliah Umum KPK Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi

Roadshow bus “Jelajah Negeri, Bangun Anti Korupsi” Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba di Surabaya pada 12-14 Juni, dan UPN Veteran Jawa Timur menjadi salah satu tempat diselenggarakannya Kuliah Umum Anti Korupsi Bersama KPK yang bertempat di Auditorium lantai 3 Gedung Pascasarjana (12/7).

Acara yang dihadiri oleh perwakilan dosen, tenaga pendidik, mahasiswa dan organisasi mahasiswa ini dimulai pukul 14.00 WIB dengan narasumber Giri Suprapdiono Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK. Dalam kuliah umum, Giri menyampaikan bahwa roadshow Bus Anti Korupsi mengajak keterlibatan masyarakat dalam gerakan pemberantasan korupsi, Program Kampanye Antikorupsi ini yang merupakan serangkaian kegiatan penyadaran publik dan peningkatan partisipasi publik yang mendorong bentuk berupa aksi kolektif dan berkolaborasi dengan target sasaran masyarakat umum, yang terdiri atas pelajar, guru, mahasiswa, dosen, aparat pemerintahan, komunitas, dan masyarakat umum.

“Pemberantasan korupsi bukan hanya sekedar penindakan, namun terdapat pencegahan membangun sistem melalui pendidikan yang dapat dicerna secara cepat melalui sosialisasi. Tujuan penindakan bikin orang kapok. Tujuan pencegahan bikin orang tidak bisa. Tujuan Pendidikan adalah tidak ingin (melakukan korupsi, red)” tuturnya.

Giri menambahkan bahwa kegiatan Roadshow Bus ini mayoritas lokasi dipilih berdasarkan kota yang beberapa waktu lalu terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) dari KPK. “jadi lokasi atau kota yang sudah terluka ini kita sembuhkan bersama dengan kehadiran bus antikorupsi ini”

Ditemui selesai acara, Rektor UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT menyambut baik dan berterimakasih karena memberi edukasi kepada mahasiswa, dosen, dan karyawan mengenai masalah korupsi hingga gratifikasi. Ia berharap semua bisa berubah, berbenah diri, dan tidak melakukan korupsi ataupun gratifikasi. Harapan tersebut tidak hanya kepada pejabat, namun juga untuk mahasiswa yang merupakan pionir pembangunan.

Antikorupsi telah ditekankan pada mata kuliah Kewarganegaraan. Selain itu, beberapa jurusan juga telah memiliki mata kuliah khusus mengenai antikorupsi. Akhmad Fauzi mengatakan bahwa materi seperti ini harus disisipkan tidak hanya pada mata kuliah, namun juga pada tiap pertemuannya. “Ada suatu sesi yang mengingatkan pada kita semua, baik dosen ataupun mahasiswa bahwa gratifikasi, korupsi, ini tidak bagus dan efeknya luar biasa terhadap kehancuran negara,” tambahnya.

Selanjutnya, kegiatan Roadshow Bus Anti Korupsi “Jelajah Negeri, Bangun Anti Korupsi” di Surabaya ini berlanjut di hari minggu (14/7) pada acara Car Free Day di Taman Bungkul.