Bawaslu Ajak Mahasiswa UPN Jatim Pantau Pemilu

Menjelang pemilihan umum (pemilu) yang diadakan pada 17 april 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melakukan sosialisasi untuk mengajak masyarakat agar berperan aktif dalam pengawasan pemilu khususnya untuk kalangan mahasiswa. Bawaslu Goes To Campus telah berjalan di beberapa perguruan tinggi, dan UPN Veteran Jawa Timur menjadi tempat kedua dalam pelaksanaan sosialisasi ini setelah Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Mengangkat tema “Pengawasan Partisipatif Mahasiswa dalam Pemilihan Umum Tahun 2019” dan bertempat di Ruang Bromo, gedung rektorat (6/3), sosialisasi ini dihadiri oleh wakil dekan III masing – masing fakultas dan 50 mahasiswa dari perwakilan organisasi mahasiswa (BEM dan HIMA) serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Agil Akbar selaku perwakilan Bawaslu mengatakan bahwa mahasiswa bisa berperan aktif dalam pengawasan pemilu. Sesuai UU no 15 tahun 2011, Bawaslu bertugas mengawasi penyelenggaraan pemilu dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran untuk mewujudkan pemilu yang demokratis. Namun, Bawaslu sendiri terkendala dengan terbatasnya personil, sehingga mengajak mahasiswa untuk turut andil dalam pengawasan partisipatif pemilu 2019 dalam bentuk tidak melakukan keberpihakan, tidak mengganggu jalannya Pemilu, meningkatkan partisipasi politik masyarakat, dan mendorong terwujudnya suasana Pemilu yang kondusif.

“Dengan banyaknya pemantau, Bawaslu berharap pelanggaran dalam Pemilu bisa diminimalisir. Di tahun ini kita menargetkan partisipasi mahasiswa sebanyak sekitar 250 orang untuk tahap pertama. Kami berharap bisa sampai angka 1000 orang tapi belum tahu itu bisa terealisasi atau tidak,” harap Agil.

Wakil Rektor III, Ir. Sutiyono, MT pun berharap bahwa civitas akademika UPN Veteran Jawa Timur bisa berperan aktif dalam pelaksanaan pemilu. “saya menghimbau agar civitas akademika UPN  Jatim khususnya mahasiswa bisa mengambil peran dalam Pilkada untuk mensistemasi dan mengorganisir para pemilih untuk menjadi cerdas, dan memberikan pengetahuan berupa pemahaman melek politik agar memilih calon pemimpin berdasarkan kinerja dan kreadibilitasnya selama ini” .