Bedah Buku Karya Rektor Universitas Teuku Umar, Jawab Tantangan Uji Kompetensi Jabatan Pemimpin Tinggi

UPN Veteran di Jawa Timur didatangi guru besar dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri yang berkumpul untuk membedah buku karya Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Prof Dr Jasman J Ma’ruf MBA, Kamis (4/4/2019) di ruang seminar gedung Pascasarjana.

Keempat guru besar tersebut antara lain Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP (Rektor UPN Jatim 2014-2018) Prof. Dr. Ir.  Sari Bahagiarti, MSc (Rektor UPN Veteran Yogjakarta 2014-2018), Prof. Dr. Sulistiono, DEA (Rektor Institut Teknologi Kalimantan) Prof. Dr. Rudi Priyadi, MS (Rektor Universitas Siliwangi) serta Prof. Dr. Ir. Syarif Imam Hidayat, MM dari UPN Veteran Jawa Timur.

Acara bertajuk “Simposium Nasional dan Bedah Buku : Assessment Center, Pedoman Uji Kompetensi Jabatan Pemimpin Tinggi” ini dihadiri oleh Sivitas Akademika dari berbagai universitas dan juga hadir oleh Prof. Dr. Gumawan Suwotodininggrat dari Universitas Gajah Mada.

Prof  Teguh Soedarto memberikan apresiasi buku karya Prof Jasman J Maruf karena dapat menjawab tantangan selama ini dan semua membutuhkan pemimpin yang dapat membawa negara menjadi maju dengan cepat dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

“Dengan proses perekrutan yang benar akan didapat pemimpin yang sesuai harapan untuk kemajuan bangsa kata moderator mengawali acara bedah buku. Assessment Center saat ini merupakan satu-satunya buku terkait uji kompetensi jabatan pemimpin tinggi yang telah terbit,” katanya.

Buku yang telah beredar luas melalui jaringan toko buku Gramedia Pustaka Utama telah menjadi pegangan bagi para Assessor dari berbagai kementerian dan Pemerintah Daerah dalam memilih pemimpin tinggi.

Prof Jasman menyampaikan bahwa hal terpenting dalam proses perekrutan sebagaimana buku yang ditulisnya berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Nasional (ASN) dan PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil ( PNS) secara mendetail merinci proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) baik mengenai pesyaratan, kualifikasi, Kompetensi yang diperlukan, maupun mekanisme rekruetmennya.

“Dalam setiap seleksi jangan minta peserta tes menghayal tapi sampaikan prestasi dan kebanggaan dan realitas yang telah dicapai. Selain kualitas juga loyalitas sangat diperlukan dalam perekrutan pejabat,” kata Jasman.

Prof Rudi Priyadi sebagai pembahas pertama menyampaikan bahwa buku ini sebagai produk inovatif dan sangat berkontribusi bagi pengembangan SDM yang menjelaskan tulisan sangat bagus untuk memilih pemimpin yang kredibel.

“Buku ini menjadi referensi untuk institusi bagi institusi dalam memilih pimpinan tinggi. Masukan terkait buku Assessment Center terdapat data terkait ketimpangan ekonomi (IMF) perlu diupdate dalam setiap penerbitan edisi baru selain juga perlu diisi  indeks tingkat kemudahan berusaha, indeks persepsi korupsi dan indeks efektifitas pemerintah,” katanya

Prof Sari Bahagiarti dalam pembahasan kedua sangat mengapresiasi buku yang ditulis dengan sistimatika yang cukup menarik yang paling menarik dari Assessment Center adalah tulisan diawali dengan reformasi birokrasi yang bisa menjawab kondisi saat ini yaitu meningkatan kualitas pelayanan publik.

“Seorang pemimpin harus menjadi teladan bagi orang yang dipimpininya. Yang menarik juga seorang pejabat pemerintah harus menyelesaikan berbagai aspek kehidupan. Seorang calon pemimpin juga harus mempelajari ilmu manajemen, namum menurut pembahas kedua menjadi seorang pejabat tidak harus mendapat pendidikan formal di bidang menajemen,” ulasnya.

Pembahas ketiga, Prof.  Sulistiono, yang saat ini juga menjabat assessor dan pansel di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Timur,  mengaku kesulitan mencari referensi untuk seleksi jabatan sehingga buku Assessment Center  ini bisa menjadi handbook untuk pelaksanaan tugas kedepan.  Untuk itu, Prof.  Sulistiono menyarankan agar buku ini dapat dihubungkan dengan revolusi industry 4.0. Selain itu, juga perlu ditambahkan bab inovasi pelayanan publik. “Gubernur dan Bupati harus punya buku karya Prof. Jasman  ini”, ujar Prof.  Sulistiono menyarankan.

Kemudian, Pembahas keempat adalah  Prof. Dr. Ir. Syarif Imam Hidayat menyampaikan,  dalam buku ini perlu ditambahkan aspek integritas bukan hanya sekedar penandatangan aspek integritas. Seorang pemimpin bukan hanya sekedar menjalankan rutinitas tapi juga harus mempunyai inovasi. Diakhir acara peserta bedah buku menyampaikan beberapa pertanyaan yang langsung dijawab dan ditanggapi oleh penulis Prof. Jasman secara lugas.