Kolaborasi Kementerian Desa dengan UPN Jatim Tingkatkan Ekonomi Pedesaan dengan Dana Desa

UPN Veteran Jawa Timur mengadakan Forum Perguruan Tinggi untuk Desa di Ruang seminar lantai 2 gedung Technopark, Jumat (23/8). Dalam forum bertemakan Sosialisasi Penyaluran dan Pembangunan Dana Desa ini dihadiri oleh Sekretariat Jendral Kementerian Desa Anwar Sanusi, Ph.D, Rektor UPN Veteran Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi , MMT  dan diikuti oleh dosen dan perwakilan mahasiswa.

Sekretariat Jendral Kementerian Desa Anwar Sanusi, Ph. D memberikan materi tentang bangsa Indonesia yang mempunyai kaya alam, dan harus saling bersama dengan memakmurkan lingkungan, Anwar mengatakan bahwa sumber daya manusia di berbagai daerah di Indonesia yang semakin berkembang yang menunjukkan bahwa semakin banyak yang harus diperjuangkan oleh generasi – generasi milenial. Dengan adanya hal tersebut, pemerintah harus mengawali program pembangunan dan pemberdayaan desa dengan kebijakan karena sebagian besar kemiskinan 60% terdapat di wilayah pedesaan dengan jumlah pengangguran paling banyak di desa, dan semakin kecil lapangan pekerjaannya.

Selanjutnya, Anwar mengatakan bahwa untuk menciptakan ekonomi yang baik di suatu desa perlu Sumber Daya Manusia (SDM) dari desa tersebut. Pada tahun 2015 pemerintah memberi dana desa sejumlah 127 Triliun dan jumlah ini termasuk signifikan kemudian di tahun 2010 dana desa meningkat menjadi 400 triliun, dana ini akan dibagi sama rata sesuai keperluan desa. Di tahun 2016 dana desa menjadi prioritas atau bisa disebut Program Desa (Prodes).

“Selain dana desa dari pemerintah terdapat juga usaha yang didirikan oleh masyarakat desa setempat, yang diberi nama Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Tujuan Bumdes adalah untuk membangun ekonomi desa dan keuntungannya akan di kelola oleh desa tersebut” jelas Anwar.

Dalam sambutannya,  Rektor UPN Veteran Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT mengatakan bahwa UPN Veteran Jawa Timur sudah bekerja sama dengan Kementerian Desa untuk mengadakan Forum Perguruan Tinggi. “sebelum tahun 2019 terdapat 190 desa yang tertinggal sedangkan di tahun 2019 saat ini jumlah desa yang tertinggal turun menjadi 183 desa. Untuk menekan angka itu perlu bagi Mahasiswa  berperan aktif didalamnya melalui KKN dan menciptakan alat TTG untuk mendorong ekonomi lokal maupun mandiri” tutur Rektor.

Kemudian Sebagai penutup Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT menekankan kepada mahasiswa UPN Veteran Jatim bahwa harus saling menjaga lingkungan dan mengembangkan wilayah pedesaan yang nilai ekonominya tingkat rendah, sebab disitu angka kemiskinan terdapat paling banyak di wilayah pedesaan.

Dan beliau berpesan kepada mahasiswa bahwa untuk meningkatkan perekonomian desa perlu peran aktif mahasiswa didalam Bumdes melalui kegiatan KKN yang diadakan oleh Universitas. “peran mahasiswa ini perlu sebagai ajang pembelajaran dan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa untuk meningkatkan taraf hidup dan perkembangan perekonomian masyarakat di wilayah pedesaaan”. (Ham/Akb)