Menristekdikti Harapkan UPN Jatim Lahirkan Start Up Baru Berbasis Riset

UPN Veteran Jawa Timur terus meningkatkan pengembangan sarana dan infrastruktur untuk mendukung iklim pendidikan yang lebih baik lagi. Hal ini semakin ditekankan dengan diresmikannya dua gedung baru, yaitu gedung Fakultas Ilmu Komputer (FIK) dan gedung Fakultas Pertanian (FP) oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. H. Mohamad Nasir, Ak, Ph.D dan Rektor UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT, Selasa 19 Februari 2019.

Acara peresmian gedung ini ditandai dengan pengguntingan rangkaian bunga dan penandatanganan prasasti oleh Menristekdikti dan didampingi oleh Rektor. Gedung baru dengan FIK luas 3.172,5 meter persegi yang dibangun di samping Gedung Technopark ini nantinya akan digunakan sebagai pusat pengembangan riset robotika yang sekaligus sebagai ruang seminar dengan kapasitas 500 orang. Selain hal tersebut, gedung lantai 3 ini juga dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar, 6 ruang laboratorium, ruang kuliah serta ruang administrasi. Sementara itu, Gedung Fakultas Pertanian berdiri diatas 1.093 m2 dengan 3 lantai berisi 6 ruang kelas,  4 ruang tugas akhir dan 3 laboratorium kewirausahaan, komputasi pertanian dan kesehatan uji.

Menristekdikti menuturkan bahwa perkembangan revolusi industri 4,0 mendorong adanya lebih banyak start up di tingkat universitas.

“Konsentrasi presiden pada 2018 adalah peningkatan kualitas SDM untuk Indonesia. Baik infrastruktur maupun dosen dan mahasiswa. Ke depan mahasiswa kami dorong untuk penelitian dan pengabdian masyarakat. Khususnya yang bisa menghasilkan inovasi untuk menghadapi revolusi industri 4.0” ujarnya .

Pada tahun 2018 total ada 956 startup, harapannya di tahun 2019 akan lebih dari seribu. Itu target Presiden Joko Widodo. Startup diharapkan muncul dari mahasiswa, dosen dan juga masyarakat. Nantinya, ide bisa dari dosen, sementara mahasiswa diajak kolaborasi dalam praktik atau uji lapangan. Sehingga mahasiswa bisa menghasilkan tugas akhir, dosen menghasilkan publikasi dan inovasi.

“Mahasiswa bisa mendapatkan keahlian dalam bidangnya sesuai dengan ilmu yang digeluti, sehingga nantinya diharapkan dari UPN Veteran Jawa Timur bisa muncul start up – start up baru yang bermanfaat untuk masyarakat”

Selain itu, Menristekdikti berharap akan ada embrio untuk pembelajaran dengan pengembangan teknologi informasi. Paling tidak, Artificial Intelligence bisa dibangun di UPN Veteran Jawa Timur, data sains, teknologi cerdas juga dapat diajarkan.

“Ini harus kita kembangkan semua. Oleh karena itu Fakultas ini adalah suatu embrio yang akan menuju pada program studi yang dibutuhkan industri ke depan untuk star up,” harap Nasir.

Sementara itu, Rektor UPN Veteran, Akhmad Fauzi juga menyampaikan perihal dua gedung ini. Bahwasanya terdapat 24 ruangan yang digunakan sebagai laboratorium. Dan tak luput, ia menyampaikan harapannya untuk dua bangunan barunya ini.

“Harapannya supaya dipakai sebagai pembelajaran pengembangan dan teknologi informasi, sehingga bisa melahirkan banyak kreatifitas dan inovasi untuk mengembangkan potensi dalam diri masing – masing mahasiswa” tuturnya.

Setelah melakukan peresmian dua bangunan gedung dan laboratorium, Nasir memberikan materi tentang Teknologi Revolusi Pendidikan di era 4.0 di Kuliah Umum secara tertutup. Dan setelah melakukan Kuliah Umum, Kemenristekdikti didampiri Rektor UPN Veteran Jawa Timur dan tamu undangan seperti Arzetti Bilbina (anggota Komisi X DPR RI), Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., (Rektor UNESA), Dr. Erna Hernawati, Ak, CPMA, CA (Rektor UPN Veteran Jakarta) dan Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA. (Kepala LLDIKTI Wilayah VII) melanjutkan dengan melihat pameran inovasi dari mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur.