Pramuka Harus Tumbuh Dan Berkembang Untuk Membangun Karakter Bangsa

Setiap tanggal 14 Agustus, Gerakan Pramuka memperingati harinya, Hari Pramuka. Peringatan ini merujuk pada sejarah kepramukaan di Indonesia, dimana pada tanggal tersebut, 57 tahun silam Presiden RI, Ir. Soekarno melantik Majlis Pimpinan Nasional (Mapinas), Kwarnas, Kwarnari. Pelantikan ini kemudian disusul dengan penganugerahan Panji-panji Kepramukaan dari Presiden RI dan defile akbar oleh anggota pramuka di Jakarta.

Di UPN Veteran Jawa Timur, Hari Pramuka diperingati dengan Apel Besar Hari Pramuka yang diikuti oleh 2938 mahasiswa dan perwakilan Kwarcab Surabaya di halaman timur Giriloka (14/8). Apel Besar dengan tema “Pramuka Perekat NKRI” ini dipimpin langsung oleh Rektor UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP.

Dalam amanatnya, Rektor menjelaskan makna besar dari Pramuka untuk bisa dimaknai dalam kehidupan sehari – hari. Lambang tunas kelapa sendiri dimaknai sebagai perkembangan yang baik untuk Indonesia. “Tunas kelapa yang sedang tumbuh ini juga mempunyai kemampuan tumbuh dimana – mana, dengan pramuka ini kita akan lihat generasi muda khususnya mahasiswa tumbuh dan berkembang untuk berinovasi, berprestasi dan sukses bagi masa depan bangsa”.

Selanjutnya, Rektor menambahkan pramuka akan sangat bermanfaat bagi semua lini masyarakat jika bisa membangun karakter dan jiwa kepramukaan sejak dini. Pembangunan karakter bangsa menjadi fokus kini dan masa depan. Pembangunan sumberdaya manusia harus sejalan dengan pembangunan fisik, karena kunci keberhasilan pembangunan bangsa terletak pada sumberdaya manusia yang berkualitas. Ketika Indonesia memperingati 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2045, dan saat ini diantara anggota aktif Pramuka yang tersebar di berbagai pelosok tanah air akan menjadi pemimpin negeri ini di masa depan.

Gerakan Pramuka yang kini berusia 57 tahun tentu tidak sama suasana dan kondisinya ketika dilahirkan. Perlu rebranding Pramuka baru yang diminati kaum muda. Pramuka hendaknya dapat mengikuti perkembangan zaman dan tidak terkesan kuno dalam era komunikasi digital dewasa ini. Pramuka harus dapat menangkap fenomena ini dalam era kebebasan berkomunikasi. Sebagian besar adik-adik kita merupakan generasi cyber yang online setiap saat yang selalu update statusnya dan mengungkapkan kondisi secara realtime dalam media sosial. Pramuka Baru harus keren, gembira, asyik, dan menyenangkan. Tantangan bagi para Pembina Pramuka yang harus selalu kreatif dan berinovasi dalam membina peserta didik sehingga bangga menjadi Pramuka. Begitu pula para Pelatih harus belajar terus menerus untuk dapat mengembangkan dan menerapkan teknologi pendidikan yang up to date tanpa melupakan prinsip dasar dan metode kepramukaan bagi para Pembina Pramuka.

Setelah apel besar, peringatan hari pramuka dilanjutkan dengan unjuk gelar dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Racana Panglima Sudirman dan Raden Ajeng Kartini dalam Fire Rescue Simulation yang bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Vertical Rescue Simulation yang bekerjasama dengan Badan SAR Nasional.

Ketua Dewan Racana Panglima Sudirman, Nadhif Revisyach berujar bahwa pramuka tidak bisa dipandang sebelah mata. “Pemuda Indonesia sekarang bisa mengembangkan pramuka dimanapun, setidaknya dalam diri masing – masing generasi muda khususnya mahasiswa baru bisa melihat pramuka sebagai salah satu modal utama untuk beradaptasi di masyarakat, sehingga dengan pramuka sendiri” mereka bisa semakin bermanfaat ketika terjun di masyarakat nantinya” tutup mahasiswa Teknik Informatika tersebut.