Upacara Peringatan HUT RI ke 73 UPN Veteran Jawa Timur, Kerja Kita Prestasi Bangsa

Upacara Peringatan HUT RI ke 73 UPN Veteran Jawa Timur berlangsung khidmat. Dipimpin langsung oleh Rektor UPN Veteran Jawa Timur dan diikuti 2938 mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan serta mengundang Legiun Veteran sebagai undangan kehormatan.

Bertempat di halaman timur gedung Giriloka, Rektor menyampaikan pesan dari Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam amanatnya untuk untuk memahami kembali secara utuh Pancasila dan kebhinekaan bangsa, melihat kebhinekaan sebagai sebuah anugerah.

Saat ini, Indonesia banyak dipuji karena stabilitas politiknya, perkembangan ekonominya yang sehat serta prestasi – prestasi yang dicapainya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Kita semua juga merasa bangga akan prestasi cemerlang pemuda – pemudi Indonesia di berbagai ajang kompetisi internasional di pelbagai bidang. Pada bulan Juli 2018, putra terbaik kita mampu meraih emas pada lari 100 meter Kejuaraan Dunia U-20. Minggu lalu pun, tim U-16 kita mampu mencapai juara pertama piala AFF U-16. Di bidang sains, gagasan mahasiswa kita yaitu mobil sampah plastik menjadi juara di ajang inovasi teknologi Shell Ideas 360, inovasi mahasiswa kita menjadi juara dunia pada ajang adu cepat mobil hemat energi Drivers’ World Championship, dan masih banyak karya inovasi lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Hal ini sungguh mengagumkan dan memperkuat keyakinan kita akan kekuatan intelektual dan kreativitas putra-putri Indonesia. Inilah “Kerja Kita, Prestasi Bangsa”, yang akan memperkuat rasa bangga dan keyakinan kita pada Indonesia.

Beberapa hari yang lalu, kita baru saja memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-23. Peringatan tersebut merupakan wujud penghargaan dan apresiasi atas keberhasilan dan prestasi putra – putri bangsa Indonesia yang gemilang di bidang iptek. Cukup banyak prestasi yang membanggakan dan dipamerkan lebih dari ratusan produk inovasi untuk pening – katan kesejahteraan masyarakat serta kemandirian dan daya saing bangsa. Inilah “Kerja Kita, Prestasi Bangsa”.Namun demikian, pemanfaatan iptek dan inovasi bagi masyarakat, khususnya pelaku ekonomi dan industri, masih perlu ditingkatkan lagi. Untuk itu, sebagai institusi iptek kita harus terus meningkatkan sinergi dengan pelaku industri dan masyarakat, sehingga iptek dan inovasi memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan bangsa dan menjawab permasalahan bangsa.

Ke depan, kita masih harus bergulat untuk mengatasi banyak tantangan, diantaranya pemberantasan korupsi, penguatan daya saing, dan revolusi Industri 4.0. Tantangan-tantangan ini tidak boleh menjadi aral semangat kita, karena kita yakin, sepanjang kita bersatu, bergotong-royong, bersungguh-sungguh dan bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja amanah pada bidang tugas kita masing-masing, kita akan mampu menjawab tantangan ini. Menghadapi revolusi industri 4.0, kita harus memperkuat literasi lama yang hanya mengandalkan baca, tulis dan matematika dengan literasi baru dalam bidang pendidikan tinggi, yaitu Data Literation, Technology Literation dan Human Literation. Literasi Data merupakan kemampuan mahasiswa kita untuk membaca, menganalisis dan menggunakan informasi dari Big Data dalam dunia digital.

Rektor pun berpesan khususnya kepada mahasiswa baru untuk selalu mawas diri dalam menghadapi tantangan – tantangan yang ada baik dalam bangku perkuliahan maupun di masyarakat. kemudian juga mahasiswa baru harus selalu mengupgrade kemampuan diri agar tidak tertinggal sehingga nantinya akan terwujud sarjana – sarjana pionir pembangunan yang selalu berinovasi, berprestasi dan sukses untuk Indonesia.

Setelah upacara inti selesai, acara dilanjutkan dengan pertunjukan defile dari Marching Band, Resimen Mahasiswa (Menwa), dan dari juara lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) pada hari sebelumnya. Marching Band berada dibarisan terdepan defile, dilanjutkan Menwa, dan ditutup oleh juara lomba PBB dan upacara ini ditutup dengan penampilan dari Marching Band dan Senam Pramuka.