Wakil Gubernur Jawa Timur Harapkan Wisudawan Kembangkan Potensi Diri Hadapi Digitalisasi

Ada yang berbeda dari pelaksanaan wisuda sarjana dan pascasarjana UPN Veteran Jawa Timur, Sabtu (6/7) ini. Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elistianto Dardak, MSc memberikan orasi ilmiah dan mengajak wisudawan – wisudawati untuk membangun pola pikir baru untuk menghadapi era revolusi industri 4.0.

Emil menuturkan bahwa setelah selesainya prosesi wisuda, itulah awal dimana wisudawan – wisudawati menjalani kehidupan yang sebenarnya. Tantangan untuk menghadapi era digital sudah didepan mata.

“Dunia terus berkembang dan berubah. Dulu mahasiswa kuliah ambil jurusan akuntan atau keuangan untuk bisa kerja di bank, saat ini sudah tergantikan dengan mesin ATM, Dulu aktivitas kerja memerlukan kantor, saat ini bisa dilakukan di rumah. Sehingga bangunan perkantoran mulai mengalami kesulitan. Jadi Banyak sekali tantangan ke depan,” ujar Emil.

Di era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini, wisudawan dituntut harus bisa mencari peluang dan mengembangkan potensi diri untuk mengadapi digitalisasi.  Wisudawan harus bisa merubah mindset bahwa ijazah bukan modal utama tetapi karakter, kreatifitas dan kemampuan berkolaborasi inilah yang dibutuhkan dan perlu dikembangkan dengan perspektif yang lebih luas.

Emil menambahkan bahwa sudah saatnya Indonesia harus merubah pola pikir, saatnya indonesia muncul dengan sistem ekonominya sendiri. konsekuensinya kita harus mau keluar dari textbook theory dan memperkuat kontekstual learning. Oleh karena itu diperlukan karakter, kolaborasi dan menguasai skill digital yang menjadi prasyarat relevan di era industri 4.0.

“Era revolusi industri memang harus kita hadapi, namun ada beberapa hal yang tidak bisa diambil alih teknologi yaitu rasa, empati dan human heart” jelasnya.

Kemudian, Emil juga mengucapkan selamat dan sukses atas Dies Natalis UPN Veteran Jawa Timur ke 60 tahun 2019 dan mengungkapkan bahwa Perguruan tinggi adalah tempat yang strategis untuk membangun budaya akademik yang kritis, akademis, kreatif dan objektif dalam menilai segala sesuatu, maka saya berharap budaya ini bisa ditanamkan kepada seluruh civitas akademika agar mereka bisa mengikuti perkembangan zaman, tapi juga bisa menjaga kearifan lokal.

“semoga UPN Veteran Jawa Timur terus menjadi penggerak intelektualitas yang berbudi pekerti luhur, memiliki kepedulian untuk membangun bangsa dan terus membawa semangat, jiwa pejuang dan nasionalis dalam nama veteran yang disandangnya”