Kedudukan Ikhlas

Suatu ketika, pada masa khalifah Umar ra., terjadi diskusi tentang amalan apa dan siapa yang paling besar ganjarannya di sisi Allah. Terkait amalan yang besar ganjarannya, ada yang berkata sholat, atau puasa, dan lain-lain. Sedangkan terkait siapa yang besar ganjarannya , ada yang berkata si A atau si B setelah Amirul Mukminin Umar bin Khattab.

Mendengar hal tersebut, Umar ra berkata: “Maukah kuberitahu apa dan siapa yang lebih besar ganjarannya daripada yang kalian sebut tadi? Dia adalah seorang yang sederhana, memegang kendali kudanya sambil merumput tanpa dikenal banyak orang. Dia tidak tahu apakah binatang buas yang menerkamnya, atau binatang berbisa yang menyengatnya, atau musuh menganiayanya (yang dilakukannya adalah bekerja dengan ikhlas di tengah keterasingannya itu). Dialah yang lebih besar ganjarannya dan lebih agung atas semua yang kalian sebut termasuk lebih agung dari Amir al-Mukminin Umar.

(Diambil dari buku “Yang Bijak dari Quraish Shihab”).