Kelancaran Dan Efisiensi Waktu Registrasi Mahasiswa Baru SNMPTN Melalui Sistem Online Satu Pintu

Registrasi ulang SNMPTN tahun akademik 2019 berjalan lancar. Bertempat di gedung Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK), sebanyak 772 mahasiswa baru melaksanakan registrasi ulang satu pintu pada Selasa (23/4).

Berbeda dengan pelaksanaan registrasi ulang mahasiswa baru di tahun lalu yang bertempat di gedung Giriloka, tahun ini registrasi ulang berjalan dengan sistematis dan lancar. Wakil Ketua II Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru, Ir. Purwadi, MP mengatakan perbedaan sistem registrasi ulang SNMPTN tahun ini memakai sistem online satu pintu. “setiap mahasiswa baru, setelah selesai melakukan upload data penentuan UKT, mereka bisa langsung mendapatkan nomor antrian sekaligus QR Code untuk penentuan jadwal dan waktu registrasi” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, sistem registrasi SNMPTN tahun ini dibagi dalam empat pembagian waktu, untuk nomor antrian 001 – 200 dijadwalkan pukul 07.30 – 09.30 WIB, 201 – 400 dijadwalkan pukul 10.00 – 12.00 WIB, 401 – 600 dijadwalkan pukul 12.30 – 14.30 WIB dan nomor antrian 601 – 821 dijadwalkan pukul 15.00 – 17.00 WIB. Selanjutnya mahasiswa baru melakukan scan QR Code dan menuju meja registrasi untuk verifikasi data.

“verifikasi data ini dimaksudkan untuk mengecek ulang kesamaan data dari yang mereka upload kemarin dengan yang dibawa hari ini, dan juga surat – surat pernyataan seperti pernyataan membayar UKT, mentaati tata tertib, bebas NAPZA dan mengikuti kegiatan universitas. Kemudian setelah verifikasi data, maba mendapatkan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) dan melakukan penginputan NPM untuk forlap Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) dan foto Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)” jelasnya.

Wakil Rektor I sekaligus Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru, Dr. Ir. Sukendah, MSc mengapresiasi sistem registrasi mahasiswa baru SNMPTN ini. Beliau berujar bahwa sistem registrasi yang baru ini bisa memangkas waktu yang lebih cepat daripada tahun kemarin. “jika tahun kemarin di Giriloka, satu maba itu harus melalui banyak tahapan seperti ambil nomor antrian, wawancara dengan Koordinator Program Studi dan verifikasi data yang menghabiskan waktu sekitar 30 – 40 menit, di tahun ini dari maba melakukan scan QR Code sampai foto KTM hanya menghabiskan waktu 15  -20 menit saja, Harapannya dengan sistem registrasi mahasiswa baru seperti ini bisa memberikan kelancaran dan efisiensi waktu yang lebih untuk SBMPTN dan Jalur Mandiri nantinya”

772 mahasiswa yang terdiri dari 39 mahasiswa progdi Ekonomi Pembangunan, 83 mahasiswa progdi Manajemen, 68 mahasiswa progdi Akuntansi, 40 mahasiswa progdi Agroteknologi, 51 mahasiswa progdi Agribisnis, 53 mahasiswa progdi Teknik Kimia, 44 mahasiswa progdi Teknik Industri, 24 mahasiswa progdi Teknologi Pangan, 27 mahasiswa progdi Teknik Lingkungan, 25 mahasiswa progdi Teknik Sipil, 42 mahasiswa progdi Administrasi Negara, 39 mahasiswa progdi Administrasi Bisnis, 60 mahasiswa progdi Ilmu Komunikasi, 29 mahasiswa progdi Hubungan Internasional, 17 mahasiswa progdi Arsitektur, 18 mahasiswa progdi Desain Komunikasi Visual, 48 mahasiswa progdi Ilmu Hukum, 43 mahasiswa progdi Teknik Informatika dan 22 mahasiswa progdi Sistem Informasi. Dari 772 mahasiswa yang diterima, 152 mahasiswa diantaranya adalah mahasiswa Bidikmisi. Kemudian, panitia Penerimaan Mahasiswa Baru masih membuka registrasi SNMPTN susulan pada hari Rabu dan Kamis (24 – 25/4) untuk mahasiswa yang berhalangan hadir.