Alaikit Dan Cocran Jadi Harapan UPN Jatim Bersaing Di Pimnas 31 2018

Kelompok Tani Green Team berada di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Terletak di lereng Gunung Bromo membuat lahan pertanian di daerah ini memiliki topografi lahan berbukit dengan kemiringan 70 derajat tanpa sengkedan. Akibatnya muncul beberapa permasalahan seperti pengolahan lahan dilakukan secara manual menggunakan teknologi sederhana cangkul, membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama, tenaga kerja dibidang pertanian tidak tersedia sehingga menimbulkan biaya yang tinggi.

Dari permasalahan tersebut, M. Dzikrullah (Agrotek 2015), Febri Wicaksono (Tek. Industri 2016), M. Cahyo K. (Tek. Informatika 2015), Ilham A. Sintang (Tek. Industri 2015) dan Gita Nanda P. U. (Agribisnis 2015) 5 mahasiswa ini menciptakan ALAIKIT (Alat Olahan Lahan Berbukit). Alat ini memiliki dimensi yang kecil dan ergonomis sehingga mudah digunakan dan mampu mempercepat proses pengolahan lahan berbukit. Selain itu, Alaikit dilengkapi dengan pengukur kadar air tanah, ph tanah, dan intensitas cahaya untuk menyesuaikan standart kondisi lahan tersebut secara tepat untuk siap diolah.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain dan menciptakan ALAIKIT sehingga mampu memudahkan anggota kelompok tani Green Team dalam mengelola lahannya.

Diharapkan adanya ALAIKIT mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Metode penentuan lokasi dan sampling dilakukan secara purposive karena kelompok tani Green Team mengelola lahan pertanian berbukit dengan kemiringan 70ยบ. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan focus group discussion (FGD) dengan anggota kelompok tani mitra.

Hasil yang diperoleh yaitu terciptanya ALAIKIT yang berfungsi sebagai pengolahan lahan pertanian berbukit dengan dimensi kecil dan ringan serta ergonomis dilengkapi dengan alarm dan moisture meter yang berfungsi untuk mengukur kadar air tanah, derajat keasaman (PH) dan intensitas cahaya.Dan sekarang ALAIKIT menjadi harapan UPN Veteran Jawa Timur untuk berbicara banyak di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 31 tahun 2018.

Inovasi Cocran Mahasiswa Manajemen jadi Juara I Lomba Pendukung di PIMNAS 31

Cocran Mie Sabut Kelapa Muda merupakan hasil olahan dan inovasi dari Mochamad Rizaldy Luckyanto, Roudlotul Badi’ah, Anna Rahmatul A, Mochamad Farid Mubarok dan Hilmy Oktorio Zupemungkas dari progdi Manajemen,2016 dengan Dra.Ec. Kustini, Msi sebagai dosen pembimbing berhasil merebut juara I dalam kategori Manajemen Usaha dan Organisasi dalam Lomba Pameran Kewirausahaan di PIMNAS 31 2018. Mereka mendapat hadiah uang pembinaan sebesar 1.500.000 dan sertifikat.

Lomba pendamping yang diadakan di Universitas Negeri Yogyakarta pada 30-31 Agustus ini Sesuai tema Pimnas, yakni ‘Mewujudkan Mahasiswa Indonesia yang Unggul, Kreatif, dan Inovatif Berlandaskan Ketakwaan, Kemandirian, dan Kencendekiaan dalam Bingkai Kebhinnekaan’, para pendamping Pimnas maupun civitas akademik secara umum, nantinya juga dapat memperoleh pemupukan atas kebhinekaan melalui lomba pendamping.